Animator, AI, dan Dampak Ekonomi Jangka Panjang
Lalu dimana letak permasalahan penggunaan AI dibandingkan dengan jasa animator? Bukankah sangat efisien jika kita menggunakan AI untuk membuat iklan layanan masyarakat?
Benar, AI sangat efisien dalam membuat animasi. Namun etikanya adalah AI sebenarnya hanya opsi terakhir jika benar-benar sudah tidak ada animator yang mampu menyesuaikan dengan permintaan pemerintah.
Di Indonesia sendiri, ada begitu banyak animator yang karya-karyanyanya sangat baik, memiliki nilai seni tinggi, namun kini sangat kurang diperhatikan oleh pemerintah.
Sebaiknya pemerintah membuat sebuah regulasi terhadap penggunaan AI dalam membuat animasi, khususnya dalam produksi iklan layanan masyarakat. Ada banyak solusi yang bisa dilakukan pemerintah dengan tidak 100% menggunakan AI dalam pembuatan iklan.
Contoh, AI hanya membantu membuat draft visualnya saja agar para animator mampu memahami dengan cepat maksud dan arah animasi nantinya, sisanya serahkan kepada jasa animasi untuk mengerjakan animasinya sampai akhir.
Dengan begitu kita menerjemahkan makna efisiensi secara masuk akal. Efisiensi bukan apa-apa jadi AI, semua hal di AI-kan. Pemerintah harus menghidupkan industri animasi lokal. Bukankah begitu banyak jasa animator yang mampu membuat iklan layanan masyarakat dengan ragam ide dan khas tiap jasa?








Komentar