Animator, AI, dan Dampak Ekonomi Jangka Panjang
Oleh: Finley Eiwan Franklin Zaluchu
Baru-baru ini sebuah pro dan kontra di media sosial bermunculan tentang sebuah topik: iklan layanan masyarakat menggunakan AI, salah satunya adalah iklan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Belakangan ini memang tren animasi AI laris manis. Bagaimana tidak, hanya dengan prompting saja kita sudah bisa menghasilkan animasi yang seharusnya membutuhkan banyak waktu untuk dibuat jika menggunakan animator.
Namun apa seharusnya tanggapan kita mengenai iklan layanan masyarakat yang mulai menggunakan AI sebagai pengganti animator? Akankah AI akan menjadi pegangan utama pemerintah dalam membuat iklan layanan masyarakat menanggapi efisiensi anggaran?
Mari kita membahas tentang AI. Ada banyak sekali jenis AI yang mampu menghasilkan gambar atau animasi yang dapat dikatakan “sederhana” karena animasi yang dihasilkan tidak sedinamis jika kita membuat animasi sendiri.
Tetapi generative AI mulai naik daun sejak semakin banyaknya fasilitas yang diberikan oleh perusahaan AI untuk membuat animasi yang cepat, dan sesuai dengan apa yang pengguna inginkan dalam hitungan detik saja.
Beberapa platform AI yang terkenal diantaranya adalah Runway, Pika, Kling AI, Google DeepMind Veo2, atau LumaAI menjadi opsi yang cukup sering dipakai untuk membuat animasi sederhana berdasarkan prompting.








Komentar