Inilah Elemen-elemen Penting bagi Pengembangan Diri Menurut Carl Rogers
Dalam pembentukan self image dan self concept ini, tentunya orang-orang yang dekat dengan sang anak memiliki tanggung jawab yang besar. Sebagai seorang anak, mereka akan cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya, baik itu merupakan hal yang positif maupun negatif. Hal ini terjadi karena mereka masih belum mengerti manakah yang benar dan manakah yang salah. Orang tua, keluarga, dan orang-orang lainnya yang terlibat dalam interaksi sosial dengan anak harus bisa memberikan contoh perilaku yang baik dan mengedukasi anak tersebut mengenai perilaku-perilaku apa saja kah yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Terdapat tiga elemen penting yang dibutuhkan oleh individu dalam pengembangan diri, yaitu:
1. Kebutuhan akan penghargaan positif (need for positive regards)
Dalam proses pengembangan diri, individu, utamanya anak akan membutuhkan banyak penghargaan atas apa yang telah dia lakukan. Menurut Rogers, setiap manusia pada dasarnya memiliki keinginan yang kuat untuk mendapatkan sikap-sikap positif seperti kehangatan, penghormatan, penghargaan, cinta, dan penerimaan dari orang-orang terdekat dalam hidupnya. Pemberian penghargaan positif ini terbagi lagi menjadi dua, yakni:
a. Penghargaan bersyarat (conditional positive regards)
Kondisi ini adalah saat anak melihat bahwa ia mendapat penghargaan positif hanya jika ia dapat berperilaku sesuai dengan harapan orang lain. Kondisi seperti ini akan menghambat perkembangan seorang anak untuk menjadi manusia yang berfungsi seutuhnya (fully functioning person). Hal ini bisa terjadi karena anak lebih berusaha untuk mencapai standar yang ditetapkan oleh orang lain daripada berusaha untuk memahami dan menemukan jati dirinya yang sebenarnya.
b. Penghargaan tanpa syarat (unconditional positive regards)
Di samping kondisi penghargaan bersyarat, bukan berarti tidak mungkin bagi individu untuk memberi dan menerima penghargaan positif tak bersyarat. Individu masih memiliki kemungkinan untuk bisa memberi dan menerima penghargaan positif tak bersyarat dalam proses pengembangan dirinya. Kondisi ini memiliki arti bahwa individu dapat diterima, dihargai, dan dicintai apa adanya tanpa ada syarat, alasan, catatan, atau pengecualian apa pun.

Dalam hal ini, Rogers menekankan pentingnya penghargaan positif tak bersyarat sebagai pendekatan ideal dalam mengasuh anak. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan atmosfer di mana anak merasa dihargai dan dicintai semata-mata karena ia adalah manusia yang berharga. Jika seorang anak menerima cinta tanpa syarat, ia akan mengembangkan penghargaan positif bagi dirinya dan dapat mengembangkan potensinya untuk dapat menjadi manusia yang berfungsi sepenuhnya.
2. Self-consistency dan self-congruence








Komentar