Pelemahan Karet Dinilai Picu Penurunan Daya Beli di Sumut
Namun pada masa pandemi Covid-19 (2020-2022), sejumlah industri pengolahan karet, seperti sarung tangan, mendapat lonjakan permintaan. Ekspor dan produksi melonjak tajam hingga lebih dari dua kali lipat.
Kendati demikian kondisi itu hanya berlangsung sampai dengan Semester II-2022. Setelah masa pandemi usai, permintaan produk menurun tajam dan industri karet kembali melakukan pengurangan pekerja secara signifikan.
Bukan hanya industri karet, berakhirnya masa pandemi juga memberi tekanan ke sektor lain. Gunawan mencatat, tekanan juga bahkan ikut dialami perusahaan minuman kemasan.
Industri mengurangi karyawannya dengan berbagai opsi, seperti tawaran pensiun dini atau berubah status menjadi tenaga kerja kontrak (alih daya).








Komentar