Luncurkan Fintech Media Toolkit, Amartha dan CELIOS Dorong Impact Investing untuk Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat
Ditemui di kegiatan Fintech Journalists: Menjelajahi Dampak Fintech Melalui Lensa Jurnalistik, Selasa 05 Maret 2024, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto menjelaskan tujuan dari peluncuran Fintech Media Toolkit untuk memperkuat pemahaman publik terhadap fintech.
“Amartha dan CELIOS meluncurkan Fintech Media Toolkit sebagai wujud advokasi perkuat pemahaman publik terhadap fintech sebagai penyedia layanan keuangan mikro berbasis teknologi yang mampu mensejahterakan masyarakat secara merata dan inklusif. Penyaluran kredit mikro Amartha sendiri tujuan utamanya adalah mendukung segmen akar rumput agar produktif sekaligus dorong pemerataan kesejahteraan di wilayah rural,” beber Aria.
Sustainability Report Amartha 2022, sebut Aria, menunjukkan layanan keuangan bagi segmen akar rumput yang produktif akan mendukung pemerataan kesejahteraan dan mempercepat inklusivitas keuangan Indonesia.
Aria berujar bahwa, lanskap fintech Indonesia sendiri memang menunjukkan perkembangan pesat dengan hadirnya beragam layanan. Tren peningkatan volume penyaluran pinjaman secara digital dari Januari 2020 - September 2023 tercatat Rp 21 triliun.
BACA JUGA
Misi Peduli Lingkungan LindungiHutan untuk Hutan Indonesia
Sementara Fintech Media Toolkit merekomendasikan empat aspek sebagai pedoman penguatan pembiayaan UMKM, meliputi:
(1) peningkatan peran dan pemanfaatan Fintech
(2) peningkatan resiliensi UMKM khususnya dalam masa krisis
(3) perlunya membantu UMKM dalam transisi hijau, dan
(4) perlunya ketersediaan data granular UMKM untuk membantu UMKM mengakses pembiayaan.
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira menyatakan bahwa fintech Media Toolkit ini merangkum berbagai konsep, inisiatif, strategi, dan kisah lapangan fintech di segmen akar rumput produktif, sebagai alat bantu tingkatkan public awareness.
"Penguatan industri fintech dapat diawali dengan penguatan fase credit scoring, sebagai upaya mitigasi risiko untuk menjaga kualitas penyaluran kredit mikro yang sehat," katan Bhima.
BACA JUGA
Schneider Electric Pimpin Transformasi Digital dalam Pengelolaan Energi dan Otomasi








Komentar