Cerdas Politik
Orang Muda, Jangan Golput! Tentukan Pilihanmu Lewat Kuis Kawula
Dian bercerita, ketika dulu pertama kali ikut pemilu, ia juga bingung memilih partai. Padahal, ketika itu partainya hanya ada tiga. Sementara sekarang ini ada 18 partai nasional. Belum lagi, orang juga harus memilih anggota DPD.
“Masalahnya, tidak tersedia guideline untuk orang muda yang baru pertama kali akan ikut pemilu. Ini permasalahan besar,” katanya.
Memang bukan hal yang mudah bagi orang muda untuk pilih partai. Salah satunya karena gempuran informasi dan kampanye yang malah bikin bingung. Itulah kenapa Kawula17 kemudian mengadopsi aplikasi VAA. Aplikasi tersebut membantu memberi pemahaman tentang posisi suatu partai tentang berbagai isu, termasuk sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan.
Lewat gamification berupa kuis, orang muda diharapkan bisa menentukan pilihan akan partai yang paling sesuai dengan preferensi dirinya.
“Kami ingin mengedepankan isu, bukan ideologi. Dengan begitu, kita bisa melihat bagaimana posisi partai terhadap suatu isu. Sehingga, pembicaraan antara anak dan orang tua di meja makan tidak lagi tentang identitas,” kata Dian.
Misalnya, ketika bicara soal KPK, pemilih diberi tiga pilihan posisi, yaitu independen, netral, dan tidak independen. Pilihan jawabannya selalu begitu, agar dapat merepresentasikan posisi mana yang lebih cocok dengan pemilih sesuai dengan isu yang diberikan.
Berdasarkan pilihan pemilih, di akhir kuis akan muncul saran soal partai yang gagasannya sejalan dengan pemilih dalam bentuk persentase. Misalnya, 71% partai A. Artinya, Anda disarankan untuk memilih partai A. Kenapa persentase partai A tertinggi? Karena, pilihan Anda akan jawaban suatu isu banyak direpresentasikan oleh partai A.
“Kalau ternyata yang awalnya ingin dipilih itu cocok dengan rekomendasi, bagus. Kalau tidak, pemilih bisa melihat lagi posisi mereka dan posisi partai yang ingin mereka pilih. Paling tidak ada bayangan sejauh mana posisi mereka sebagai pemilih dan partai yang harusnya mengusung suara mereka. Kami hanya memberikan saran atau nasihat. Dan, kami selalu sarankan untuk pilih dulu partainya, baru calegnya,” urai Dian.
Kami berharap kuis ini...









Komentar