Sekilas Info

Cerdas Politik

Orang Muda, Jangan Golput! Tentukan Pilihanmu Lewat Kuis Kawula

Orang Muda, Jangan Golput! Tentukan Pilihanmu Lewat Kuis Kawula

Untuk VAA Ca(wa)pres, Kawula17 mencermati perbedaan program di antara ketiga pasang kandidat. Karena, programnya sangat mirip. Saat dipetakan seperti itu, orang jadi tersadar bahwa sebetulnya yang ditawarkan oleh ketiga kandidat tidak berbeda jauh. Maka, perlu dicari pembeda yang signifikan untuk membantu orang menentukan pilihan.

“Mencari titik pembeda inilah yang tidak mudah. Misalnya, ada pertanyaan tentang peningkatan kinerja POLRI. Orang bertanya, kenapa jawabannya ada yang tentang kenaikan gaji dan ada yang tentang pemahaman HAM? Memang itu poinnya. Harus ada critical point dari tiga pasang kandidat berbeda, sehingga kemudian pemilih bisa mencocokkan preferensinya dengan tiga pilihan jawaban tersebut,” kata Okta, yang melakukan cross referral ke juru bicara masing-masing kandidat untuk memastikan bahwa mereka tidak salah memaknai visi-misi tersebut.

Bukan aplikasi baru

Sebenarnya VAA bukan hal baru di dunia politik. Sejumlah negara di Eropa dan Amerika sudah menggunakannya sejak awal 2000-an. Di Jerman ada Wahl-0-Mat sejak 2002, di Swiss ada SmartVote sejak 2003, di Belanda ada StemWijzer sejak 1989 yang dinilai paling sukses dengan memberi jutaan rekomendasi.

Menariknya, tidak hanya negara Barat yang menggunakan aplikasi ini. Zimbabwe pun merancang VAA yang sesuai dengan lingkungan politik negaranya.

Dian menyebutkan, akan lebih baik jika ada beberapa VAA di sebuah negara.

“Di Belanda ada empat VAA untuk mengakomodasi 17 juta penduduknya. Seharusnya di Indonesia ada beberapa lembaga lain yang membuatnya,” kata Dian, yang cukup kaget saat tahu bahwa VAA yang dibuat Kawula17 merupakan yang pertama di Indonesia.

Ia bercerita, melalui feedback yang ia terima, banyak anak terbantu oleh kuis ini. Ada anak yang minta dibantu oleh ibunya untuk mengisi kuis ini. Kemudian ibunya malah meneruskan link kuis tersebut kepada teman-temannya.

“Remaja usia 17 bukan tidak mau melihat atau membaca informasi. Tapi, cara memberi informasinya selama ini (mungkin tidak sesuai dengan keinginan mereka. Karena itu, banyak yang bilang senang sekali tidak harus baca visi-misi calon presiden hingga berpuluh lembar. Hanya perlu baca sedikit, lihat yang disukai, lalu cari sendiri info lebih lanjut. Inilah dampak yang kami inginkan,” kata Dian.

Apa itu Kawula17?

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7
Penulis: Devis Karmoy
Editor: Devis Karmoy

Baca Juga