[OPINI] Lukas Enembe Meninggal Akibat Sakit Bukan Dibunuh
Misalnya penyebar berita hoax berisi hasutan kepada massa di group WastApp disertai ucapan caci-makian menciptakan rasa kebencian dan ancaman pembunuhan masaa rakyat Papua sebagai provokator dengan nama inisial “Legislator…” no kontak dalam group “081281930108” macam ini perlu ditelusuri oleh aparat keamanan.
Para penyebar berita hoax disertai ancaman atas berbagai bentuk segala tindakan tulisan komentar postingan dalam bentuk ancaman pembunuhan yang dikeluarkan disebar oleh para provokator di berbagai media sosial hingga melukai Pj Gubenur Papua, segera diproses secara hukum dan oleh aparat penegak hukum Polda Papua.
Penyebar fitnah
Para penyebar fitnah umumnya orang-orang tak terdidik secara intelektual. Mereka pernah sekolah tapi tak terdidik secara intelektual. Mereka pernah kuliah tapi tak kuasai ilmu pengetahuan hanya kualiah asal-asalan. Mereka sarjana tapi belum kuasai ilmu kesarjanaan. Mereka bergelar sarjana tapi tak berilmu pengetahuan sarjana.
Jenis sarjana mereka ini tersebar banyak diberbagai group. Mereka belum bisa baca tulis secara baik dan benar sesuai Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD). Menulis masih kaki ayam atau cakar ayam. Belum lagi cara berfikir, mereka masih sangat jauh dari logis. Logika berfikir mereka sangat jauh dari kata logis (masuk akal), mereka belum bisa menalar suatu persoalan secara logis dan menalar secara runtun dan benar tepat.
Mereka masih sentimentil terbawa emoasional dan masih berfikir secara simbol, gambar, signal, belum mampu secara intelektual meng-abstraksi berfikir secara absrak, logis, sistematis secara ilmiah.
Kelompok sarjana merek ini rentan jadi korban hasutan dan termakan issu hoax, karena tidak mampu an mereka berfikir logis rasional dan secara intelektual (berfikir menggunakan kamampuan akal berbasis ilmu pengetahuan yang dasarnya berfikir logis dan nalar), gampang tersulut emosi, sentimentil, irrasional, mudah percaya issu feriferal (hoax).
BACA JUGA
Pentingnya Kritik dan Godaan Demagogi
KKB Tembak Jenderal, Polri: Tak Ada Lagi Tempat bagi KKB di Papua
Apa kata orang (mereka) mudah percaya sebagai kebenaran tanpa mencerna melalui akal pikiran benar atau menelan bulat-bulat lalu memberi cap (stempel), stigma orang lain dikatakan langsung mencap salah, menjustifikasi salah tanpa reserve.
Mayoritas sarjana lulusan S1 kita pada umumnya yang tersebar di group dalam berbagai medsos baik di WAG, FB, X, Massangger, TIK-tok, IG dll kelompok Sarjana Aspal (Asli tapi Palsu) sarjana asli tapi palsu, sarjan tapi tak berilmu pengetahuan memadai karena tidak berbasis ilmu pengetahuan.
Jika kebanyakan dan secara umum yang ada kelompok deretan Sarajana aspal model begini wajar kalau kemudian, Papua susah maju dan tak akan bisa maju, selalu konflik karena orang mudah percaya issu bukan berdasarkan pemgetahuan tapi berdasar gosip.
Tulisan ini saya akhiri bahwa kematian Mantan Gubernur Lukas Enembe dalam masa tahanan KPK RI tidak dibunuh oleh siapapun nama-nama yang disebut melainkan beliau meninggal karena sakit yang dideritanya sejak sebelum ditahan oleh KPK RI.
Walesi, Jayawijaya, 28 Desember 2023
Penulis* : Isman Asso, Anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua (MRP PP) Pokja Agama
BACA JUGA
Kekuatan Publik dan Media dalam Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua








Komentar