Sekilas Info

Buka Workshop IWO Pematang Siantar, Wali Kota Ingatkan Media Berikan Informasi yang Benar

Buka Workshop IWO Pematang Siantar, Wali Kota Ingatkan Media Berikan Informasi yang Benar.

Bagian kedua dari kegiatan ini adalah workshop yang membahas Peran Media dalam Menciptakan Kekondusifan dan Partisipasi dalam Pemilu 2024.

Baca juga: AJI Desak Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal Terhadap Pelaku Penganiayaan Jurnalis Nurhadi

Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta terkait peran media dalam menjaga situasi kondusif dan mendorong partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua IWO Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang diwakili oleh Sekretaris Amri Abdi mengapresiasi kehadiran dr. Susanti dalam acara tersebut. Ia menyatakan bahwa jarang terjadi kepala daerah hadir dalam kegiatan pers atau media.

IWO menurut Amri, didirikan sebagai wujud kepedulian terhadap rekan-rekan pers dan penolakan kekerasan terhadap pers.

Baca juga: Teknologi AI Dalam Penyebaran Informasi Palsu, Tantangan dalam Pemilu

Amri juga mengungkapkan bahwa IWO Kota Pematang Siantar telah berdiri cukup lama dan memberikan kontribusi yang luar biasa. Namun, ia berharap bahwa kegiatan seperti ini tidak berhenti di situ.

Dia mendorong untuk mengadakan diskusi lanjutan sambil menikmati secangkir kopi, dimana berbagai permasalahan yang ada di Siantar dapat didiskusikan. Dalam hal ini, perlu melibatkan pihak-pihak terkait untuk membahasnya, tanpa perlu mengadakan pertemuan yang besar-besaran.

Tujuannya adalah untuk memperbaiki hal-hal yang salah dan terus melakukan yang benar. Contoh dari pendekatan tersebut telah dilakukan di Sibolga-Tapteng.

Baca juga: Senilai Rp152 Milyar, Lahan Sport Center Bernuansa KKN

Pdt. Partohap Sihombing, Pembantu Rektor III Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar, berharap bahwa melalui kegiatan workshop ini, media dapat benar-benar menjaga kekondusifan dan partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi.

Partohap menekankan pentingnya menyajikan berita yang objektif, faktual, menghindari penyebaran hoaks, dan menjaga netralitas dalam peliputan.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Deddy Hutajulu
Editor: Redaksi

Baca Juga