Sekilas Info

Teuku Shehan Tolak Berdamai Dengan Taruna Akmil Meski Dibayar 1 Triliun

Kolase | Instastory Taruna Akmil Zuan Endru (kiri) dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran UISU Teuku Shehan (kanan) saat berbaring di rumah sakit usai mengalami pengeroyokan.

Yose menyebut keluarganya merasa terhina dengan cara Kompol Zulkarnain, seolah-olah kasus tersebut bisa diselesaikan dengan uang.

“Kesalahannya ada dua, yakni anaknya mengeroyok anak kami, dan kesalahan terbesar ialah menghina kami," lanjut Yose.

Pihak keluarga, papar Yose, menyesali sikap Zulkarnai karena bukannya datang dengan baik malah mengukur dengan materi.

"Dia pikir kami sangat butuh dengan uang itu. Padahal kalau keluarga pelaku datang dengan baik-baik dan memperlakukan korban dengan memperlihatkan rasa penyesalan, kemungkinan tanpa uang pun bisa berdamai," sebut Yose.
Pemko Medan Didorong Ombudsman Segera Miliki Mal Pelayanan Publik

Sebagai pihak korban, sebut Yose, menilia Zulkarnain tidak ikhlas serta tidak memiliki itikad baik untuk berdamai.

"Dia tidak ikhlas dalam meminta maaf. Kalau orang lain mungkin bisa dinominalkannya, tetapi kami tidak. Sudah saya ajak duduk dulu, agar ada upaya perdamaian kedua, tapi selalu saja keluarga pelaku meminta nominal berapa dulu, baru duduk. Seolah-olah itu yang kami kejar," ungkapnya.

"Tidak ada rasa empati dia terhadap anak kami yang semakin memburuk keadaannya sewaktu itu. Kami bukan keluarga pemeras, tidak mencari uang dengan memeras orang lain," pungkasnya.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Devis Karmoy
Editor: Devis Karmoy
Photographer: Istimewa

Baca Juga