Sekilas Info

Kenaikan BBM Picu Inflasi, Ketum KNPI Sorot Kinerja Kementerian Perekonomian

Ketua Umum KNPI Haris Pertama melambaikan Pataka KNPI usai menerima Pataka KNPI dari Ketua MPI, di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 di Titik Nol Kota Yogyakarta, Sabtu (23/7/2022) lalu.

dailyklik, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menyoroti kinerja Kementerian bidang Perekonomian yang tidak mampu mengendalikan dampak ekonomi pasca kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama melalui keterangan pers, Senin (12/9/2022) siang.

"Dampak ekonomi yang tidak terkendali akan sangat berperan ke dampak sosial, khususnya pengangguran, dan angka kemiskinan, disebabkan inflasi akan tinggi, konsumsi masyarakat berkurang, dan dilema manufaktur untuk menaikkan harga, sehingga berimbas ke pengurangan tenaga kerja", kata Haris.

Haris menyesalkan kepada kinerja para menteri bidang perekonomian yang tidak mampu mengendalikan dampak kenaikan BBM ini.

"Seharusnya para menteri bidang perekonomian menyiapkan jaring pengaman dalam pengendalian dampak turunan kenaikan BBM ini, bukan hanya untuk bapak senang saja," jelas Haris.

"Mereka harusnya dapat merencanakan dengan menyiapkan stok suplai komoditas pokok di daerah-daerah yang rentan", katanya menambahkan.

Baca juga:
Edan! Punya APBD Rp6 Triliun, Tapi SD Negeri Ini Memprihatinkan
Angkie Yudistia Bicara 4 Isu Prioritas di G20, Termasuk Soal Penyandang Disabilitas

Menurut Haris pengalaman kenaikan BBM sudah bukan kali ini saja, seharusnya pengalaman sebelumnya jadi pelajaran berharga.

"Berkaca dari pengalaman dua kali kenaikan BBM seperti Pertalile dan Solar yang merupakan BBM rakyat yang dikonsumsi lebih dari 70 persen pengguna bahan bakar dimasa pada masa periode sebelumnya berdampak pada inflasi mencapai 8 persen ke atas, inflasi yang cukup besar akan menyebabkan terjadinya gejolak ekonomi dalam negeri. Lah kok ini para Menteri bidang ekonomi kemana saja tidak belajar dari dampak kenaikan BBM sebelumnya?", paparnya.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Devis Karmoy
Editor: Redaksi

Baca Juga