Indahnya Ramadan di Negeri Kaum Minoritas
Sejak pemerintah Indonesia menetapkan 1 Ramadhan, majelis-majelis taklim di Taiwan yang anggotanya adalah para PMI sudah menyebarkan pengumuman pelaksanaan shalat tarawih dan jadwal imsak melalui berbagai kanal media sosial.
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) di Beijing juga tidak kalah semangatnya dengan sesama kaum diaspora di Taiwan.
Mereka berbondong-bondong menuju aula serba guna Kedutaan Besar RI di Beijing, meskipun pada Senin (4/4/2022) dan Selasa (5/4/2022) diliburkan karena Festival Qingming itu.
Oleh karena libur kerja itu pula, maka di KBRI Beijing juga tidak ada acara buka bersama.
Walau begitu, bukan berarti aula serba guna KBRI sepi. Menjelang adzan isya, aula yang berada di atas kantor imigrasi dan kekonsuleran itu ramai didatangi para WNI yang menggabungkan diri dalam Majelis Taklim At-Taqwa.
Bukan Hambatan
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membenturkan dua kutub yang berbeda antara kelompok mayoritas dan kelompok minoritas dalam perspektif sosial kemasyarakatan.
Hukum Islam juga tidak membedakan antara mayoritas dan minoritas.
Demikian halnya dengan kewajiban berpuasa, perintah-Nya juga tidak mengarah pada kelompok tertentu.
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."
Firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 183 itu disyariatkan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya.








Komentar