Sekilas Info

Survei: Isu Keamanan Siber Agenda Utama Organisasi di ASEAN

ilustrasi isu keamanan siber.

Mayoritas organisasi di ASEAN sebesar 94 persen dari mereka mengakui bahwa mereka mengalami peningkatan jumlah serangan siber pada tahun 2021, sementara 18 persen organisasi di Indonesia mengalami lebih dari 50 persen peningkatan serangan siber disruptif.

Selain itu, dibandingkan dengan organisasi lain di ASEAN, organisasi di Indonesia memiliki tingkat risiko ancaman siber yang relatif tinggi (41%).

Organisasi di ASEAN memprediksi satu tren keamanan siber baru yang perlu diperhatikan pada tahun 2022, yaitu bagaimana serangan siber dapat mempengaruhi keselamatan pribadi.

"Dalam upaya mempersiapkan diri untuk dunia pasca pandemi, organisasi di Indonesia harus mampu beradaptasi dengan gangguan dan mengantisipasi segala bentuk ancaman siber yang muncul," kata Country Manager of Indonesia Palo Alto Networks Adi Rusli.

Berikut beberapa praktik terbaik dan rekomendasi perusahaan untuk tetap berada di depan ancaman keamanan siber.

Lakukan evaluasi keamanan siber untuk memahami, mengontrol, dan memitigasi risiko.

Lalu, Mengadopsi kerangka kerja zero-trust demi mengatasi ancaman keamanan siber saat ini dan merancang arsitektur dengan pola pikir “assume-breach”.

Serta, memilih mitra bukan produk. Mitra keamanan siber yang baik dapat memberikan intelijen ancaman terbaru dan menawarkan saran praktis tentang cara membangun arsitektur siber tangguh di semua lingkungan (lokal, cloud, edge) seperti dilansir dari Antara.

Selanjutnya 1 2
Penulis:
Editor: Redaksi
Photographer: Ilustrasi

Baca Juga