Sekilas Info

Salah Kaprah Soal Ekowisata, Pahami 4 Faktanya

Ecotourism atau ekowisata sedang naik daun
Tangkahan sungai dan bebatuan

Di tempat wisata umum, meski menampilkan keindahan alam, biasanya terdapat bermacam fasilitas untuk mendukung kenyamanan pengunjung. Misalnya, toilet dan tempat makan.

Diyah menyoroti, ketika membangun fasilitas tersebut, terkadang pengelolanya lupa memperhatikan ekosistem.

“Di destinasi ekowisata, Anda tidak akan menemukan fasilitas pendukung. Karena, tujuan ekowisata adalah melindungi kealamian suatu lingkungan, sekaligus menyejahterakan masyarakat sekitar. Kita bisa membantu kesejahteraan mereka dengan membeli produk buatan mereka, misalnya madu hutan, atau menggunakan jasa penduduk lokal sebagai guide,” kata Diyah.

Alex juga kerap menggunakan jasa porter sebagai bagian dari kontribusinya terhadap perekonomian warga lokal.

“Wisatawan juga bisa lebih membantu kalau menyewa tenda dari mereka dan minta dibuatkan makanan," terangnya.

2. Ekowisata itu murah

Kita mungkin berpikir, karena traveling ke alam, artinya tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk menginap di hotel dengan fasilitas bagus atau untuk makan di resto.

Jadi, sudah pasti biayanya akan lebih murah daripada jalan-jalan ke kota.

Rupanya anggapan ini tak benar. Ekowisata justru cenderung memakan banyak biaya. Diyah mencontohkan, kalau suatu tempat wisata dibuka secara besar-besaran, tiket masuknya akan lebih murah.

Sedangkan pada destinasi ekowisata yang jumlah pengunjungnya dibatasi, biayanya akan lebih tinggi.

“Pembatasan pengunjung penting dilakukan agar alam tidak rusak. Dampaknya, pemasukan pengelolanya juga terpengaruh. Dana ini bukan hanya untuk pengelola, melainkan disebar untuk berbagai aspek. Sebagian besar untuk pemeliharaan tempat, sebagian juga untuk kas pemberdayaan masyarakat," jelasnya.

Pertanyaannya, kalau alamnya dibiarkan alami dan tempat itu tak punya fasilitas yang perlu dirawat, mengapa perlu banyak dana untuk pemeliharaan?

Hutan Itu Indonesia (HII)
Jembatan penyeberangan di Tangkahan, TNGL, Sumatera Utara

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis: Devis Karmoy
Editor: Redaksi
Photographer: Prama Danawira

Baca Juga