Salah Kaprah Soal Ekowisata, Pahami 4 Faktanya
Hutan juga memiliki berbagai jenis flora yang menghasilkan aroma yang menciptakan sensasi kenyamanan bagi raga.
Selain itu, hutan merupakan habitat bagi burung-burung. Paduan suara burung, air, dan angin dapat memberikan ketenangan jiwa bagi manusia.
Meski sedang begitu digemari, belum semua traveler memahami benar tentang ekowisata.
Apa saja salah kaprah tentang ekowisata yang #MudaMudiBumi perlu ketahui?
1. Wisata alam pasti ekowisata
Banyak di antara kita mungkin berpikir, jalan-jalan ke taman, kebun raya, air terjun, hutan, apalagi taman nasional, sudah pasti berkonsep ekowisata.
Soalnya, kan, jalan-jalannya di alam. Ternyata, tidak selalu begitu.
Diyah menjelaskan, memang betul bahwa ekowisata itu berwisata ke alam terbuka.
“Tapi, ekowisata menyimpan pesan bahwa wisatawan juga ingin mendapat pengetahuan tentang alam, tentang budaya, juga tentang masyarakat lokalnya. Satu hal yang pasti, kegiatan kita sebagai wisatawan, maupun kegiatan yang dilakukan oleh pengelola tempat wisata, tidak merusak alam. Sekalipun hutan atau taman nasional, jika pengelolaannya mengganggu ekosistem, tempat itu tak bisa disebut destinasi ekowisata," ujarnya.
Ada hal mendasar yang membedakan destinasi ekowisata dan tempat wisata secara umum, yaitu fasilitas pendukung.








Komentar