PGI Meminta Presiden Turun Tangan Menyelamatkan KPK
Sekretaris Umum PGI Pendeta Jacky Manuputty, mengungkapkan kegelisahannya melihat fenomena pabrikasi hoax di media sosial yang begitu mudah merubah persepsi publik atas keadaan dan lembaga tertentu.
"Dan ini terjadi dengan upaya pelemahan KPK," ungkapnya.
Tragisnya seperti kata Mohamad Isnur, pabrikasi itu dilakukan oleh negara melalui lembaga KPK dan Badan Kepegawaian Negara atau BKN.
"Ini ancaman buat masa depan bangsa kita," kata Isnur yang turut dalam pertemuan tersebut.
Sementara pegawai KPK Rasamala Aritonang, yang merupakan warga jemaat HKBP Pasar Rebo menyebutkan, tantangan mereka sangat berat menghadapi para koruptor yang punya akses.

“Kami sebagai KPK ini tantangannya berat. Kami berhadapan dengan koruptor. Dan yang bisa korupsi hanyalah mereka yang punya akses kepada kekuasaan. KPK ini hanyalah alat, pisau untuk memotong bagian badan yang koruptif. Dan reaksi dari para koruptor ini adalah membuang pisau ini. Itu yang sedang kami alami," kata pegawai senior KPK ini.
Menanggapi penjelasan dari kesembilan pegawai KPK tersebut, Gomar Gultom kembali menyatakan keheranannya terhadap pernyataan Presiden Jokowi untuk tidak menggunakan tes wawasan kebangsaan sebagai dasar penonaktifkan pegawai KPK.
"Namun pernyataan itu tak ditindak-lanjuti. Siapa sebenarnya yang menjadi presiden," kata Gultom berwajah heran.








Komentar