Sekilas Info

PGI Meminta Presiden Turun Tangan Menyelamatkan KPK

Penyidik senior KPK Novel Baswedan, Adri Deddy Nainggolan bersama pegawai KPK bersama Ketua Umum PGI Pendeta Gomar Gultom dan Sekretaris Umum PGI Pendeta Jacky Manuputty, saat memberikan keterangan kepada pers usai melakukan pertemuan di Kantor Pusat PGI, Jakarta pada umat (28/5/2021).

Novel juga menyebutkan bahwa TWK bukanlah tools untuk melihat seseorang lulus atau tidaknya seseorang menjadi ASN dalam alih status ini. “Prosesnya adalah upaya yang sudah ditarget. Ada fakta dan bukti untuk ini. Tes wawasan kebangsaan hanyalah justifikasi untuk target tertentu." ujar Novel.

Pegawai KPK lainnya Hotman Tambunan mengeluhkan ketaatan beragama diidentikkan dengan talibanisme.

"Kami harus taat beragama, karena agamalah yang mengajar kami untuk berbuat seturut etika. Di KPK itu godaannya banyak sekali, dan ancaman selalu datang. Nilai-nilai agamalah yang membuat kami tetap bertahan," kata warga GKI Kayu Putih tersebut, seraya menunjuk rekannya yang selama tiga tahun berturut-turut terakhir ini selalu mendapat nilai A untuk kinerjanya.

Pegawai KPK lainnya yang yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan bernama Adri Deddy Nainggolan adalah warga GKI Kebayoran Baru.

Dia mengungkapkan keprihatinannya dengan begitu mudahnya masyarakat termakan hoax yang menyebutkan adanya talibanisasi di KPK.

“Tidak ada itu. Dan celakanya warga gereja pun mudah termakan oleh issu ini," katanya.

Saor Siagian, anggota Tim Hukum yang mendampingi mereka mengatakan, “Tiga dari Komisioner KPK periode baru lalu Kristen, dan Sekjen KPK juga Kristen. Saut Situmorang berkali-kali berkata, tidak ada talibanisme di KPK. Namun masih saja ada yang menebar hoax," kata Saor.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Devis
Editor: Redaksi
Photographer: Istimewa

Baca Juga