Inspirasi dari Pulau Kenari
Saya terharu, karena masyarakatnya sendiri punya harapan yang besar kepada pemerintah baik daerah maupun pusat terlebih Menteri Pendidikan dan Kebudayaan – Riset dan Teknologi untuk memberikan bantuan saja khusus fasilitas pendidikan.
Bagi mereka itu sudah lebih dari cukup. Kalau soal yang lain-lain mereka bisa berusaha dan bangkit perlahan-lahan.
Harapan itu terasa kuat terpancar dari wajah anak-anak bangsa yang sementara belajar di sekolah darurat itu.
Bahwa bencana tidak akan menyulut cita-cita mereka. Bahwa badai itu tidak sepenuhnya meluluhlantakkan niatan besar untuk terus belajar dan menimba ilmu.
Api optimisme menatap masa depan tetap menyala di samping musibah dan keterbatasan fasilitas yang ada.
Kata Paulo Coelho: “Bukan cinta namanya kalau hanya berdiam diri saja seperti padang pasir, atau menjelajahi dunia seperti angin. Bukan pula cinta namanya kalau hanya memandang segala sesuatu dari kejauhan.”
Kalau ngaku bangsa gotong royong, ayo bergerak bersama. Kolaborasi menumbuhkan harapan.
Ut Omnes Unum Sint
Alor 20 Mei 2021
Penulis: Jefry Gultom, Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI








Komentar