Sekilas Info

Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia, AJI: Polisi Dominasi Kekerasan pada Jurnalis

Sejumlah jurnalis dari berbagai media massa menggelar aksi unjukrasa memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia yang diperingati setiap tanggal 3 Mei. Aksi ini berlangsung di bundaran Mayestik, Jalan Gatot Subroto, Medan, Senin (3/5/2021).

Menurut Liston, setiap tahunnya terbukti kasus kekerasan terhadap wartawan terus terjadi dan pelaku kekerasan paling sering dilakukan adalah polisi.

"Karena setiap tahun sudah terbukti dan dicatat bahwa kepolisian merupakan organisasi yang menjadi musuh terhadap kebebasan pers di Indonesia," pungkasnya.

Peringantan Hari Kebebasan Pers Sedunia tidak hanya berlangsung di Kota Medan saja. Aksi damai juga dilakukan di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Kekerasan Terhadap Jurnalis

Diketahui, dalam setahun terakhir, AJI mencatat kasus kekerasan terhadap jurnalis meningkat dan polisi masih terbanyak sebagai pelaku Kekerasan pada jurnalis dalam setahun ini mencapai 90 kasus, jauh dibandingkan dengan periode sebelumnya sejumlah 57 kasus.

Kekerasan dengan polisi sebagai pelakunya, cukup dominan. Namun pemerintah cenderung melakukan pembiaran terhadap kasus yang menyerang media dan jurnalis, mengakibatkan kekerasan berulang.

Tindakan represi terhadap jurnalis tak hanya menimpa secara luring tapi meluas ke daring. Ini membuat jurnalis menghadapi tantangan yang makin kompleks di masa pandemi dan ruang aman yang kian menyempit.

Data AJI menunjukkan dalam rentang Mei 2020-akhir April 2021, telah terjadi 14 kasus teror berupa serangan digital. Jumlah itu meliputi 10 jurnalis yang menjadi korban dan empat situs media online.

Sedangkan apabila dilihat dari jenis serangannya yakni delapan kasus doxing, empat kasus peretasan, dan dua kasus serangan distributed denial-of-service (DDos).

Kekerasan Seksual

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Devis
Editor: Redaksi
Photographer: Istimewa

Baca Juga