Tuntut Wali Kota Medan Minta Maaf, Jurnalis Gelar Aksi Tutup Mulut
Tetap sama seperti aksi-aksi sebelumnya, jurnalis menuntut Bobby Nasution yang juga menantu Presiden Joko Widodo itu meminta maaf kepada mereka atas tindakan anak buahnya, terutama tim pengamanan.
Para awak media itu pun meminta Wali Kota Medan mengevaluasi sistem pengamanan di sekelilingnya.
“Kita menutup mulut menggunakan lakban. Itu sebagai simbol, bahwa kebebasan pers di Kota Medan telah tercoreng dan dibungkam. Beberapa waktu yang lalu, ada satu bentuk pembungkaman, di mana terjadi pengusiran dan intimidasi terhadap dua jurnalis yang sedang menjalankan tugas di Balai Kota," kata Koordinator Aksi Daniel Pekuwali.
"Atas tindakan tim pengamanan itu, kita khawatir kerja-kerja jurnalistik dapat terganggu,” ujar Daniel.
Jurnalis salah satu media televisi swasta itu juga menegaskan, Forum Jurnalis Medan akan terus melakukan unjuk rasa sampai tuntutan itu terpenuhi. Daniel juga mengajak, seluruh jurnalis untuk sama-sama bersolidaritas mengampanyekan soal dugaan intimidasi dan perintangan.
Tuntutan semacam ini harus menjadi atensi bagi seluruh pejabat publik agar mengingatkan jajarannya supaya tidak menghalang-halangi tugas jurnalis.








Komentar