Sekilas Info

Demokrasi Masuk Era AI, Akademisi Ingatkan Bahaya Manipulasi Informasi

Rasminto berbicara dalam acara Bawaslu Campus Connect bertajuk Generasi Digital, Demokrasi Transparan di Auditorium Juwono Sudarsono, Gedung F, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Rabu (30/9/2026).

JAKARTA, DAILYKLIK.id — Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah demokrasi. Ruang publik kini tidak lagi hanya berlangsung di jalan, kampus, kantor pemerintahan, atau ruang-ruang pertemuan, tetapi juga berkembang di platform digital yang bergerak cepat dan distribusi informasinya turut dipengaruhi algoritma.

Di tengah perubahan tersebut, Direktur Eksekutif Human Studies Institut (HSI) sekaligus akademisi Universitas Muhammadiyah Indonesia, Dr. Rasminto, menilai demokrasi membutuhkan cara pandang baru. Menurutnya, demokrasi tidak cukup dijaga melalui prosedur dan pengawasan ketika tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga harus dibangun melalui ekosistem informasi dan pendidikan politik yang sehat secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Rasminto dalam acara Bawaslu Campus Connect bertajuk Generasi Digital, Demokrasi Transparan di Auditorium Juwono Sudarsono, Gedung F, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Rabu (30/9/2026).

Menurut Rasminto, salah satu aspek yang perlu dikoreksi adalah paradigma pengawasan pemilu. Selama ini, keberhasilan pengawasan kerap lebih mudah terlihat dari banyaknya pelanggaran yang ditemukan, ditangani, dan diproses. “Padahal, ukuran keberhasilan pengawasan semestinya juga diarahkan pada pertanyaan yang lebih mendasar, apakah jumlah dan potensi pelanggaran dapat semakin ditekan karena masyarakat dan peserta pemilu semakin memahami aturan serta memiliki kesadaran untuk tidak melakukan pelanggaran,” kata Rasminto.

Ia menilai paradigma pengawasan pemilu perlu bergeser. Keberhasilan pengawasan, menurutnya, tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditemukan dan ditangani, tetapi juga dari sejauh mana pengawasan mampu mencegah pelanggaran terjadi. “Kita juga harus mengukur sejauh mana pengawasan mampu mencegah pelanggaran terjadi,” ujar Rasminto.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Devis
Editor: Dedy Hutajulu
Photographer: Dokumen Dailyklik

Baca Juga