Gepeng Menjamur, Medan Kian Kumuh: Walikota Diam, Warga Teriak!
Dailyklik.id, MEDAN – Pemandangan memilukan menyambut warga dan pengunjung Kota Medan di banyak titik jalan protokol: gelandangan dan pengemis (gepeng) duduk dan tidur di trotoar, bahkan membawa anak-anak demi mengundang rasa iba. Ironisnya, kondisi ini seolah luput dari perhatian sang pemimpin, Walikota Medan, Rico Waas.
Fenomena gepeng yang menjamur—terutama di wilayah Medan Timur—bukan lagi sekadar masalah sosial, melainkan menjadi luka terbuka yang mencoreng wajah ibu kota Sumatera Utara. Dugaan keterlibatan kelompok terorganisir yang memanfaatkan kemiskinan demi keuntungan pun makin santer terdengar.
“Mereka tidak sekadar mengemis, tapi dijadikan alat oleh oknum yang sengaja mencari untung dari penderitaan,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini mengundang pertanyaan tajam dari publik: di mana Walikota Medan? Mengapa Dinas Sosial diam? Bukankah ini bentuk pengabaian terhadap amanat konstitusi?
Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 menegaskan, fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Demikian pula Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 dan Nomor 23 Tahun 2014 mengatur bahwa pelayanan dasar sosial merupakan kewajiban pemerintah daerah.








Komentar