Gepeng Menjamur, Medan Kian Kumuh: Walikota Diam, Warga Teriak!
Sayangnya, hingga kini tak terlihat upaya konkret dari Pemkot Medan. Program pengentasan gepeng nyaris tak terdengar, rumah singgah tak aktif, patroli sosial pun nihil.
“Dinas Sosial seperti tutup mata. Seolah mereka hanya menunggu instruksi sambil duduk nyaman di balik meja,” sindir Roni, salah satu pengguna jalan.
Warga pun mulai kehilangan kesabaran. Mereka menilai jabatan Walikota bukan untuk pencitraan atau menghadiri seremoni, melainkan untuk bekerja nyata menyelesaikan persoalan rakyat. Kekecewaan publik kian memuncak, dan tuntutan untuk bertindak tegas kian keras.
Empat langkah mendesak disuarakan masyarakat: yakni penertiban gepeng secara sistematis dan manusiawi, tansparansi kinerja Dinas Sosial, pembentukan tim khusus berbasis rehabilitasi, serta pelibatan aktif masyarakat dan tokoh agama.
Jika semua itu tak kunjung dilakukan, suara untuk meminta Walikota mundur bisa jadi tak lagi terbendung. Kota Medan butuh pemimpin yang hadir, bukan patung di balik istana. Masyarakat tak ingin kota ini dikenal sebagai “kota pengemis.” Mereka menuntut bukti kepedulian, bukan sekadar janji.
Klik saluran Whatsapp ini untuk terus memperbaharui Berita terkini bagi Anda.








Komentar