Sekilas Info

Jelang Malam Tahun Baru Keberadaan Gepeng dan Anjal Harus Ditertibkan

Seorang petugas Satpol PP Kota Medan tengah mengawal sejumlah "Manusia Silver" dan Gepeng yang terjaring dalam razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Medan belum lama ini.
Seorang petugas Satpol PP Kota Medan tengah mengawal sejumlah "Manusia Silver" dan Gepeng yang terjaring dalam razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Medan belum lama ini.
Medan - Dari perspektif kewarganegaraan Gelandangan pengemis (Gepeng) dan Anak jalanan (Anjal) adalah bagian dari warga Negara Republik Indonesia (NRI). Aktivitas mereka tidak terstruktur. Apa pun dilakukan mereka demi mendapatkan kebutuhan. Terkadang mengganggu kenyamanan warga lain.

Untuk itu, instansi terkait yang berada di jajaran Pemko Medan hendaknya mengambil langkah strategis dalam menyikapi eksistensi dan aktivitas para Gepeng dan Anjal atau para sering disebut Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial.

"Malam Tahun Baru merupakan malam ideal bagi seluruh warga dalam momentum menyambut tahun baru. Tentunya berbagai kegiatan terlaksana membutuhkan kenyamanan. Aktivitas warga diharapkan tidak terganggu, oleh apapun termasuk eksistensi gepeng dan anjal, yang dipastikan akan turut juga merayakan dengan versi mereka," kata Pemerhati Sosial Ridwanto Simanjuntak, Senin (24/122021) siang, di Medan.

Dari sisi sosial, kata Ridwanto, diperlukan perhatian khusus untuk mereka. Yakni perhatian yang menyentuh prinsip kebutuhan, agar langgeng menikmati jelang dan masa tahun baru.

Baca juga: Sopir Bus di Binjai Jalani Tes Urine

"Intinya, kita adalah warga yang harus memberikan kesenangan warga kalangan gepeng dan anjal agar mereka dapat merayakan momen tersebut secara damai. Jika mereka damai, dipastikan kedamaian juga akan diciptakan mereka (gepeng dan anjal)," ujarnya.

Sebelumnya, pihak Dinas Sosial Kota Medan telah melakukan pengawasan ketat terhadap keberadaan anak jalanan dan gelandangan serta pengemis (gepeng) yang beroperasi di setiap persimpangan jalan yang ada di Kota Medan.

“Kita terus memonitor dan terkadang kami terkesan main kucing-kucingan. Saat kami datang mereka (gepeng dan anjal) menghilang dan saat kami pergi muncul kembali,” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Medan Fachruddin di Kantornya, Kamis (23/12/2021) lalu.

Pihaknya dalam tiga pekan ini, lanjut Fachruddin, sudah belasan kali menangkap anak jalanan termasuk yang mewarnai badannya dengan bergaya robot di persimpangan jalan, dan juga telah membuat pernyataan di depan orang tua para Gepeng dan Anjal agar tidak mengulangi aksinya di jalanan.

"Demikian juga, keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) kami terus melakukan penertiban dan parahnya ada informasi yang menyebutkan anak di bawah umur di eksploitasi oleh orang tuanya untuk menjadi pengemis. Seharusnya, anak di bawah umur ini menjadi perhatian orangtuanya, tetapi karena diancam, terpaksa melakukan kegiatan tersebut," jelas Fachruddin.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Miqdad Syah Putra
Editor: Redaksi
Photographer: AntaraSumut

Baca Juga