Sekilas Info

Semana Santa Larantuka: Sakralitas yang Terancam Jadi Konten Belaka

Ribuan umat mengikuti misa malam Kamis Putih di Gereja Katedral Larantuka. Dailyklik.id/Arsenius Agung

DAILYKLIK.ID, Flores Timur – Ribuan peziarah berdatangan ke Larantuka setiap pekan suci Semana Santa. Namun di balik khidmat prosesi yang telah berakar lebih dari 500 tahun ini, diam-diam mengintai ancaman yang tak disangka: budaya konten dan haus eksistensi.

Setiap tahun, Semana Santa menjadi magnet. Tapi tidak semua datang untuk berdevosi. Kamera ponsel tak henti bekerja, menyorot setiap langkah prosesi, setiap cahaya lilin, bahkan wajah-wajah yang sedang khusyuk berdoa. Tradisi yang dulu penuh keheningan kini diselingi suara notifikasi dan swafoto diam-diam.

Mariani Gema Galgani (25), peziarah dari Maumere, mengaku prihatin. “Semana Santa itu bukan fashion show iman. Bukan tempat untuk panen likes,” katanya. Ia datang dengan niat ziarah, bukan demi feed Instagram.

Tradisi sakral ini sesungguhnya menyimpan makna dalam: mengenang penderitaan Yesus dan cinta Maria, melalui ritual yang dijaga turun-temurun oleh umat Nagi. Namun kini, ketika devosi berubah jadi destinasi, suasana sakral berpotensi tereduksi menjadi latar foto.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Arsenius Agung
Editor: Dedy Hu
Photographer: Arsenius Agung

Baca Juga