Sekilas Info

Imbas Kematian Ibu Hamil di RSUD Maumere, Gubernur NTT Geram: Dua Dokter Anestesi Terancam Dicabut Izin Praktiknya

Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena. dailyklik.id/faidin

DAILYKLIK.ID, MAUMERE — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, melontarkan ancaman tegas: dua dokter anestesi yang disebut menolak kembali bertugas di RSUD TC Hillers Maumere terancam dicabut Surat Izin Praktiknya (SIP). Ancaman itu muncul usai kematian tragis seorang ibu hamil dan bayinya di rumah sakit tersebut karena ketiadaan dokter anestesi.

“Kedua dokter ini mogok karena merasa honor terlalu kecil. Tapi akibatnya, nyawa melayang. Ini bukan soal uang—ini soal tanggung jawab kemanusiaan,” tegas Gubernur Melki dalam sebuah video pernyataan, Jumat (11/4/2025).

Dua dokter yang dimaksud adalah dr. Remidazon Riba, Sp.An dan dr. Yosefin Erfleniati Jati. Keduanya diketahui sebelumnya bertugas di RSUD TC Hillers Maumere, namun memilih tidak melanjutkan kontrak karena merasa insentif tak sebanding dengan beban kerja. Imbasnya, sepanjang 2025 dilaporkan lima pasien meninggal dunia, empat di antaranya ibu hamil.

Gubernur Melki menyebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mengambil tindakan tegas, termasuk kemungkinan pencabutan SIP. “Kalau SIP dicabut, mereka tidak bisa praktik di mana pun di Indonesia,” tegasnya.

Namun, dr. Remidazon membantah keras tuduhan mogok kerja. Dalam pernyataannya, ia menegaskan, kontraknya sebagai tenaga honorer daerah telah berakhir pada 31 Desember 2024 dan tidak diperpanjang.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Faidin
Editor: Dedy Hu
Photographer: Faidin

Baca Juga