Imbas Kematian Ibu Hamil di RSUD Maumere, Gubernur NTT Geram: Dua Dokter Anestesi Terancam Dicabut Izin Praktiknya
Ia bahkan mengatakan telah bersedia melanjutkan kontrak jika ada evaluasi beban kerja dan insentif secara adil, namun evaluasi itu tak pernah dilakukan.
“Bagaimana mungkin saya disalahkan atas kematian pasien pada April, padahal saya sudah tak lagi bertugas sejak Januari?” ujar dr. Remi.
Lebih jauh, ia menjelaskan, dirinya dan dr. Evi bukan penerima beasiswa Pemda Sikka, melainkan beasiswa Kementerian Kesehatan, sehingga kewajiban pengabdian mereka berlaku untuk seluruh wilayah NTT, bukan hanya RSUD TC Hillers.
Di tengah polemik, Pemkab Sikka akhirnya mendatangkan bantuan sementara: dr. Fahrul dari RS St. Gabriel Kewapante mulai bertugas di RSUD TC Hillers sejak Sabtu (12/4). Namun solusi ini bersifat darurat dan belum menyelesaikan akar persoalan.
Aktivis mahasiswa GMNI Sikka pun turun ke jalan, mendesak agar pemerintah dan DPRD segera menghadirkan dokter anestesi secara permanen. “Lima nyawa melayang, ini kegagalan sistem kesehatan kita,” tegas Sabrina Linda, Koordinator Lapangan GMNI.








Komentar