Sekilas Info

Akulah Kupu-kupu

Laut yang setia dalam diam

Sesekali membasuh pantai dengan gulung gelombangnya

Singgasana para nelayan berikhtiar
Menjadi taruhan nasib orang-orang pesisir

Bukit yang rebah di lekuk lembah
berbagi kabut melintasi senja
Dialirinya sawah-ladang dengan tangisnya

Dihidupinya kenari-cendana di sela-selanya
Menjadi sandaran penat orang-orang peladang

Ilalang yang tegak di bawah awan, tunduk pada pergantian musim
Disimpannya bulir embun di sela akarnya

Direlakannya sang surya menghirup kabut di lancip ujungnya
Menjadi persinggahan orang-orang seberang

Mengalirlah impian di Taman Laut Selat Pantar
Memanjakan pandangan dengan semburat warna Danau Kelimutu

Menggoda selera dengan wangi kopi Manggarai
Bersemilah kasih dalam balutan sejarah 'Galiau Watang Lema'

Berpaculah semangat dalam pekikan Sasando dan hentakan Pasola

Bentangan Pulau-Pulau itu, yang menyatukan kita

Flores, Sumba, Timor, Alor dan Lembata

Akulah kupu-kupu yang menyemai asa dalam damai
Menyatukan benang sari–putik di tengah badai

Menjadi ulat yang bertengger di pucuk cemara
Menjadi kepompong berteman burung dara

Menjadi perisai keindahan taman bunga
Menjadi bianglala bentangan semesta

Dari rindang pohon, aku petik teduhnya
Dari kokoh gunung, aku simpan keangkuhannya

Dari landai pantai, aku rengkuh keindahannya
Dari putih buih, aku genggam kesetiaannya

Hasrat menghampar pendar, rindu menghujam kekar
Aku dekap tanah ini sepenuh dada

Pulau-pulau yang mengapung di Tenggara Nusantara

Flores, Sumba, Timor, Alor dan Lembata

Datarannya yang menghampar padang sabana
Air yang menghilir di ceruk belantara

Membasahi akar-akar kehidupan
Kampung-kampung yang memendam rindu pengembara

Ladang-ladang persemaian yang menyimpan asa
Kota-kota yang mempertautkan mimpi dengan nyata

Hutan-hutan yang menjanjikan azab dan kemuliaan

Akulah kupu-kupu yang menyemai asa dalam damai
Lahir dari rahim peradaban gunung dan pantai

Berkalang tanah dalam balutan wangi cendana

Karya: Mohammad S. Gawi

Sudut Sepi Kramatjati
Jakarta, 20 Desember 2022

(Puisi ini dibuat dalam rangka menyambut HUT NTT)

Penulis:
Editor: Hendrik Anto

Baca Juga