Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Dua Warga Tewas
Perbaikan jaringan air bersih juga dilakukan melalui pemulihan jalur pipa yang rusak akibat terjangan material banjir. Dukungan logistik dan peralatan melalui Dana Siap Pakai BNPB yang tiba pada 24 September 2026 turut digunakan untuk mendukung penanganan warga terdampak. Bantuan tersebut antara lain 117 paket sembako, satu koli masaji, dua koli selimut, 50 koli family kit, 50 paket alat kebersihan, 50 helm rescue, dan 50 pasang sepatu boot.
Pendataan warga terdampak terus dipercepat, termasuk data rumah rusak, pengungsi, dan kebutuhan dasar. Data tersebut akan dipadupadankan dengan data kependudukan untuk memastikan bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Solok juga menyiapkan Surat Keputusan Bupati mengenai data rumah rusak berat, sedang, dan ringan. Data estimasi kebutuhan dukungan hunian sementara ditargetkan tersedia pada 28 September 2026.
Penanganan berikutnya diarahkan pada pemulihan layanan dasar dan penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Kajian teknis dan risiko wilayah terdampak juga akan dilakukan sebagai dasar penanganan infrastruktur serta hunian masyarakat.
Dengan ditemukannya korban terakhir, pencarian korban banjir bandang Kabupaten Solok resmi berakhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan warga terdampak dapat segera memperoleh tempat tinggal yang layak, layanan dasar, serta dukungan untuk memulihkan kehidupan mereka setelah bencana.








Komentar