Sekda Bukittinggi Buka Suara soal Plang Aset di Universitas Fort de Kock, Minta Maaf atas Insiden yang Terjadi
Terkait insiden yang terjadi saat pemasangan plang, Rismal menyayangkan terjadinya benturan di lapangan. Ia menilai video yang beredar di media sosial tidak menampilkan keseluruhan rangkaian kejadian sehingga menimbulkan kesan seolah terjadi tindakan kekerasan oleh petugas Satpol PP.
"Kegiatan ini bukan eksekusi, bukan tindakan kekerasan, bukan pula bentuk kesewenang-wenangan terhadap dunia pendidikan. Ini murni untuk mengamankan Barang Milik Daerah yang tercatat sebagai aset Pemerintah Kota Bukittinggi," tegasnya.
Di akhir keterangannya, Rismal Hadi menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia menegaskan tidak pernah ada perintah maupun perencanaan untuk melakukan tindakan kekerasan dalam kegiatan tersebut.
"Itu terjadi karena ada aksi dan reaksi. Ada juga dugaan provokasi sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun kami tidak membenarkan hal itu. Semua akan diproses sesuai ketentuan, termasuk laporan yang telah disampaikan kepada pihak kepolisian. Pemko Bukittinggi akan mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku," pungkasnya.








Komentar