Apakah Kita Warga Digital Atau Tahanan Digital?
Jadi, apakah kita warga digital atau tahanan digital? Jawabannya tergantung pada keberanian kita hari ini. Jika kita terus diam, membiarkan sensor meluas, membiarkan hak kita diambil pelan-pelan, maka kita tak ubahnya tahanan di dunia maya. Tapi jika kita mulai bersuara, menuntut transparansi, dan memperjuangkan hak digital sebagai bagian dari hak asasi, maka kita masih punya peluang menjadi warga digital sejati.
Ruang digital tidak netral. Ia bisa menjadi taman demokrasi, atau justru penjara yang sunyi. Pilihannya bukan pada algoritma, bukan pada sistem, bukan pada kementerian. Tapi pada kita. Hari ini.
Klik saluran Whatsapp ini untuk terus memperbaharui Berita terkini bagi Anda.








Komentar