Plt Direktur RSUD Larantuka Minta Maaf, Akui Banyak Sarana Rusak Termasuk Toilet
“Sejak RSUD Larantuka menerapkan sistem BLUD pada 2024, penanganan kerusakan menjadi lebih cepat karena kami bisa merevisi anggaran kerja untuk kebutuhan yang sangat mendesak,” tambahnya.
Menanggapi keluhan pasien, pihak rumah sakit menyatakan terbuka terhadap semua masukan dan menjadikannya sebagai evaluasi. Termasuk perbaikan sarana prasarana seperti pintu toilet yang rusak.
“Terkait pintu ini, saya sudah menerima laporan dan mudah-mudahan dalam satu dua hari ke depan bisa kami atasi,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan, petugas IPSRS saat ini hanya memiliki dua shift kerja, pagi dan sore, sehingga penanganan insiden di malam hari menjadi terhambat. Ke depan, manajemen akan mengevaluasi kemungkinan penambahan shift menjadi tiga kali sehari.
“Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk melakukan evaluasi,” pungkas Gregorius Bato Koten.








Komentar