Dua Wartawan Australia Menembus Papua Barat, Raih Penghargaan Jurnalisme
Yuliana Lantipo, sehari-hari bekerja sebagai redaktur Tabloid Jubi di Jayapura mengatakan, “Saya bertemu Octo pertama kali di Jogja, tahun 2008 saat dia diundang oleh organisasi mahasiswa di Jogja sebagai pembicara dalam sebuah seminar.”
“Waktu itu dia masih siswa SMA tapi sudah jadi pembicara dimana-mana dengan artikel-artikelnya yang dipublikasi di beberapa media. Saya lihat dia anak muda pemberani dan kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. Keberanian Kirsten dan Kristo mengingatkan saya pada sosok Octo.”
Juri Penghargaan Pogau terdiri dari Andreas Harsono (Jakarta), Alexander Mering (Pontianak), Coen Husain Pontoh (New York), Made Ali (Pekanbaru), dan Yuliana Lantipo (Jayapura).








Komentar