Sekilas Info

Dua Wartawan Australia Menembus Papua Barat, Raih Penghargaan Jurnalisme

Kristo Langker dan Kirsten Felice sesudah wawancara dengan Lamek Taplo dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat serta Sebby Sambom, juru bicara TPN-PB, yang menemani kedua wartawan, menyeberang dari PNG ke Papua Barat, pada September 2024. ©Paradise Broadcasting

Pada 2024, Langker dan Felice sengaja memilih jalan kaki, naik gunung dan turun lembah, sesudah naik beberapa penerbangan di Papua Nugini, berjalan seharian, masuk ke Pegunungan Bintang.

“Melintasi perbatasan PNG-Indonesia, dan berjalan kaki ke Pegunungan Bintang untuk liputan bagaimana aparat Indonesia memakai roket dan mortar, serta helikopter dan drone, buat apa yang mereka sebut ‘penegakan hukum’ adalah keberanian dalam jurnalisme.”

Liputan mereka sangat sulit lantaran negara Indonesia, sejak tahun 1967, membatasi wartawan asing buat masuk ke semua wilayah Papua Barat. Sudah banyak cerita bagaimana wartawan asing dipersulit dapat visa, ditangkap, ditahan, bahkan yang sudah punya surat jalan, juga ditangkap, minimal dikuntit, ketika masuk ke Papua Barat.

Pada 13 September 2021, kelompok bersenjata pimpinan Lamek Taplo menyerang pos militer dan polisi Indonesia di distrik Kiwirok di kabupaten Pegunungan Bintang, dekat perbatasan dengan Papua Nugini. Ini puncak dari ketegangan antara kelompok Lamek Taplo dari Kiwirok dengan pihak Indonesia. Baku tembak seharian penuh mengakibatkan tewasnya seorang militan Papua dan luka-luka seorang tentara Indonesia.

Massa juga membakar puluhan properti dan fasilitas umum di Kiwirok serta Okyop, termasuk sejumlah rumah, beberapa kantor pemerintah, delapan sekolah, dua klinik, sebuah rumah sakit, sebuah bank, dan pasar Kiwirok.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis: Isak Silak
Editor: Redaksi DailyKlik
Photographer: Dokumen Yayasan Pantau

Baca Juga