Sekilas Info

Dua Wartawan Australia Menembus Papua Barat, Raih Penghargaan Jurnalisme

Kristo Langker dan Kirsten Felice sesudah wawancara dengan Lamek Taplo dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat serta Sebby Sambom, juru bicara TPN-PB, yang menemani kedua wartawan, menyeberang dari PNG ke Papua Barat, pada September 2024. ©Paradise Broadcasting

Ia menerangkan bagaimana orang asli Papua menyekap pilot Phillip Mark Mehrtens guna mendapatkan perhatian dari luar Indonesia. Ini juga mencerminkan tindakan serupa pada 1996 ketika gerilyawan pimpinan Kelly Kwalik menyekap belasan peneliti biologi mancanegara di Mapenduma.

Pada 2024, mereka masuk ke Pegunungan Bintang, serta membuat film Frontier War: Inside The West Papua Liberation Army.

Dalam Frontier War, kedua wartawan ini menemukan empat jenis bahan peledak yang dipakai aparat Indonesia saat menyerang Kiwirok di Pegunungan Bintang pada September dan Oktober 2021: Mortir modifikasi Krusik 81mm buatan Serbia; Roket udara bersirip lipat merk Thales FZ 68 buatan Perancis; Granat Pindad 40mm; serta sirip ekor plastik yang belum dapat diidentifikasi.

Sudah banyak liputan media Indonesia soal mortir buatan Serbia dipakai oleh Badan Intelijen Negara. Bahkan Dewan Perwakilan Rakyat mempertanyakan keterlibatan aparat BIN di Kiwirok. Kedua wartawan menemukan bukan saja selongsong mortir tapi juga roket Thales.

Mereka juga mendapatkan video bahwa aparat Indonesia memakai drone buatan Tiongkok merk Ziyan model Blowfish A3. Helikopter yang dipakai buat menembakkan roket Thales adalah Airbus H125M atau H225M. Pemerintah Indonesia minta YouTube blokir Frontier War.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis: Isak Silak
Editor: Redaksi DailyKlik
Photographer: Dokumen Yayasan Pantau

Baca Juga