Pilpres 2024
Deklarasi Dukung Ganjar-Mahfud, Purnawirawan Jenderal TNI/Polri Diduga Dapat Intimidasi
Lanjut Haris, sebagaimana yang ia ketahui bahwa lazimnya menjelang Pemilu, pasti bermunculan dukungan-dukungan dari kelompok masyarakat, organisasi masyarakat, asosiasi profesi, ikatan alumni kampus, bahkan sampai paguyuban supir Bajaj, supir truk, dan lainnya untuk memberikan dukungan terhadap calon presiden yang layak.
“Tapi, mengapa baru kali ini ada momen deklarasi malah (para jenderal purnawirawan) mendapatkan tekanan? Ini kan malah menjadi intimidatif? Semoga kejadian semacam ini tidak terjadi lagi. Jangan sampai pesta demokrasi malah kotor oleh sikap-sikap intimidatif semacam itu. Ayo, sama-sama kita saling menjaga dan saling kompak," ajak Haris.
Haris menyebut, kali ini sekadar untuk mendeklarasikan dukungan paslon saja, ternyata membutuhkan nyali besar. Padahal, memberikan dukungan secara terbuka, mestinya suatu hal yang biasa saja. Tapi ternyata situasinya sudah berubah. Karenanya, Haris mengajak rakyat di seluruh penjuru tanah air untuk sama-sama mengawal demokrasi melalui pilpres 2024 ini.
BACA JUGA
Pasangan Ganjar-Mahfud Siapkan Program ‘Punya Rumah Semudah Punya Motor’
Haris lalu membandingkan Pilpres 2024 dengan Pilpres sebelumnya yang tidak sedemikian buruk dari pada saat ini.
“Apa karena pasca pandemi Covid-19? Rasanya tidak juga. Atau, apakah karena ada anak presiden yang ikutan? Entah juga! Bahkan yang cukup membuat kita miris begitu mendengar kabar bahwa para purnawirawan Jenderal TNI/Polri pun mendapat tekanan dari pasangan tertentu saat hendak melakukan deklarasi dukungan kepada pasangan Ganjar – Prof Mahfud MD. Kita tidak ingin jangan sampai pesta demokrasi ini malah kotor oleh tindakan-tindakan intimidatif tersebut,” tegas.
BACA JUGA
Capres Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Dekat dengan Dunia Pesantren
Capres Ganjar Janji Hapus Utang Macet Para Nelayan di Indonesia
Sediakan SMK Gratis Langsung Kerja, Program Unggulan Ganjar-Mahfud yang Diakui Jokowi








Komentar