ILO dan KSDM Jamsos Cina Sepakat Memajukan Kerja Sama Sektor Lapangan Kerja di Asia Tenggara
Acara ini turut menghadirkan pejabat senior dari Kementerian Ketenagakerjaan Cina, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam.
Dengan pendanaan sebesar US$1 juta dari Cina untuk tahun 2023, tahap awal proyek ProSSCE-ASEAN akan mencakup intervensi percontohan di Kamboja, Indonesia, Thailand dan Vietnam. Ini selanjutnya akan diperluas untuk mencakup negara-negara Asia Tenggara lainnya di masa depan.
Baca juga: Buntut Teror Pembunuhan, Haris Pertama Resmi Laporkan Aming ke Bareskrim Polri
Di Kamboja, proyek ini akan bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi dan Keuangan Kamboja untuk melaksanakan program pelatihan berdasarkan metodologi Program Memulai dan Meningkatkan Bisnis Anda (SIYB) ILO.
Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan manajerial pengusaha di negara tersebut, dengan fokus khusus pada pemberdayaan pengusaha muda yang memiliki keinginan untuk memanfaatkan pertumbuhan ekonomi Kamboja.
Di Indonesia, proyek dan kantor ILO akan bermitra dengan Kementerian Ketenakerjaan untuk memberikan pelatihan kepada para konselor tingkat provinsi dalam layanan ketenagakerjaan publik. Tujuannya adalah memperkuat kemampuan mereka dalam memberikan bimbingan kepada para pencari kerja, khususnya kaum muda dan perempuan.
Baca juga: Hanya 36,1% Anak Kelas 3 SD di Papua Memiliki Keterampilan Literasi
Di Thailand, proyek ini akan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk meningkatkan pusat layanan ketenagakerjaan publik, yang bertujuan untuk menyediakan layanan khusus bagi kaum muda di negara tersebut.








Komentar