Sekilas Info

Bangkitnya “Wisanggeni” Dalam Spirit Pemuda

Wisanggeni punya kesaktian dan kekuatan para dewa, tapi dia juga punya sifat-sifat kemanusiaan.

Kedua, makna nama Wisanggeni ialah Racun Api yang menggambarkan sosok pemberani, tangguh, tak terkalahkan, dan ”berbahaya”.

Ketiga, sosok pemberani. Dia berani menerima tantangan, berani menghadapi Brahma yang tidak adil terhadap dirinya dan ayahnya. Dia berani membela kebenaran dan berani mati.

Keempat, sosok yang tidak egois. Dia peduli, rela berkorban untuk kepentingan lain yang lebih besar meski taruhannya adalah nyawa.
Sosok edan seperti Wisanggeni inilah yang dirasa dibutuhkan menjadi pemimpin-pemimpin di Indonesia.

Indonesia butuh pemimpin yang tak perlu lagi pencitraan. Pemimpin yang bekerja bekerja atas nama kebenaran. Tak takut apapun dan tak segan pada siapapun yang salah.

Pernyataan Haryantiyoko dan Nelje yang ditulis dalam bukunya menguatkan fakta bahwa pemuda memiliki sifat dan karakter yang ada dalam Wisanggeni. Pertama, kita mengenal pemuda sebagai sosok yang tangguh, idealis, dan kritis dengan gagasan-gagasannya.

Ini menggambarkan pemuda yang memiliki sisi ”kedewataan” (sosok yang idealisme) tapi di sisi lain, sifat kemanusiaannya juga tinggi.
Kedua, sosok pemberani. Semua mengakui bahwa pemuda adalah sosok pemberani menghadapi segala medan.

Berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Ketiga, pemuda merupakan sosok yang peduli terhadap kepentingan sesama tanpa mengharapkan imbalan apapun dari perjuangan yang dilakukannya.

Persis seperti Wisanggeni yang rela menjadi tumbal demi kemenangan Pandawa pada peperangan Baratayudha.

Maka tidak heran apabila Ir Soekarno berkata ”Beri aku sepuluh pemuda niscaya akan aku goncangkan dunia.” Ucapan ini nyata adanya, bahwa pemuda adalah tokoh luar biasa dalam membawa perubahan.

Sejarah membuktikan tentang dahsyatnya pemuda dalam setiap sesi sejarah perjuangan dan peristiwa besar bangsa Indonesia. Tentu saja dahsyatnya kekuatan Sumpah Pemuda dalam menggerakkan kemerdekaan Indonesia yang terjajah 3,5 abad.

Sumpah pemuda adalah momen tak terlupakan. Pada tanggal 28 oktober 1928, para pemuda Indonesia bertekad dan berjanji mewujudkan mimpi kolektif mereka, yaitu berbangsa satu bangsa Indonesia, bertumpah darah satu tanah air Indonesia, dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Tiga mimpi ini memiliki dua tujuan utama yakni memajukan kesejahteraan umum dan mencedaskan kehidupan bangsa.

Mengawal perjalanan bangsa dengan membangun optimisme kolektif ini, mestinya menjadi ruh perjuangan gerakan pemuda, sekaligus mengantisipasi gejala pesimisme massal. Pada ruang kosong inilah, pemuda dituntut berjiwa seperti Wisanggeni, pemberani, kritis dan sensitif dengan kondisi bangsa, rela berkorban demi membangun dan memperjuangkan bangsa.

Bangsa ini menanti bangkitnya para pemuda untuk membangun mimpi Indoensia masa depan. Membangun optimisme kolektif bahwa suatu saat, pemuda mampu mewujudkan mimpi Indonesia dan menjadi terhormat di mata dunia. Bangsa ini perlu bermimpi suatu saat akan memimpin dunia.

Melalui tulisan ini mari kita optimalkan potensi diri pemuda, membangkitkan sosok Wisanggeni dalam diri pemuda sebagai amunisi membangun bangsa. Memperingati hari Sumpah Pemuda ini, kita tekadkan diri untuk menjunjung rasa persaudaraan, satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air.

Sehingga dimanapun berada, kita bertekad tetap memperjuangkan bangsa Indonesia, meski nyawa taruhannya. Memiliki rasa tanggung jawab membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang makmur sejahtera serta berjuang menuju Indonesia yang lebih baik.

Pada akhirnya menyatakan bahwa kami Pemuda Indonesia, bertekad untuk mengabdi pada Negeri Tercinta, Indonesia…!!!

Penulis: *Yoga Rahadiansyah, Wasekjen DPP KNPI

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Yoga Rahadiansyah
Editor: Redaksi

Baca Juga