Berpontensi Melanggar HAM, KNPI: Tragedi Kanjuruhan Akumulasi Pembinaan yang Salah
Selain itu, Ketua Umum DPP KNPI juga menyesalkan tindakan refresif aparat keamanan.
"Jika kita saksikan melalui siaran televisi swasta, pertandingan berjalan lancar hingga selesai, hingga kemudian kerusuhan terjadi setelah pertandingan dimana terdapat supporter memasuki lapangan dan kemudia dalam video yang beredar, kami melihat terdapat kekerasan yang dilakukan aparat dengan memukul dan menendang suporter yang ada di lapangan. Ketika situasi suporter makin banyak ke lapangan, justru kemudian aparat melakukan penembakan gas air mata ke tribun yang masih banyak dipenuhi penonton," sesal Haris.
Haris menduga bahwa penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh aparat keamanan tidak sesuai prosedur hukum.
"Penggunaan kekuatan yang berlebihan (excessive use force) melalui penggunaan gas air mata dan pengendalian masa yang tidak sesuai prosedur menjadi penyebab banyaknya korban jiwa yang berjatuhan," ujarnya.
"Penggunaan gas air mata yang tidak sesuai dengan prosedur pengendalian massa mengakibatkan suporter di tribun berdesak-desakan mencari pintu keluar, sesak nafas, pingsan dan saling bertabrakan," ungkap Haris.
Haris pun juga menyesalkan kenapa panitia, manajemen LIB dan aparat keamanan tidak preventif antisipasi kejadian yang berujung maut.
"Ini panitia, manajemen LIB dan aparatnya kok abai ya? Tidak ada proyeksi dan antisipasi yang benar dari awal, lihatnya kita tahu ini sudah over kapasitas stadion dan pertandingan Arema lawan Persebaya merupakan pertandingan big match dengan suporter yang fanatik, lalu pertandinganya dilakukan pada malam hari? Kemana mereka semua?," sesal Haris.
Minta Jokowi Evaluasi








Komentar