Cara Masyarakat Desa Bulu Cina Lepas dari Jerat Rentenir
Project Manajer GNI (Gugah Nurani Indonesia) Medan Deli Serdang Anwar Suhut mengatakan persoalan kemiskinan dan jerat rentenir di Bulu Cina bukan hal mustahil untuk ditangani. Masyarakat itu bisa terlepas dari jerat rentenir asalkan mereka bisa mendapatkan akses terhadap pinjaman lunak.
Baca juga:
Anak Bupati Labusel Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik
Akses itu yang harus diciptakan. Dan kemudian akses yang diberikan ke masyarakat tentu harus bisa dikelola dengan manajemen yang baik. Bagaimana menciptakan akses ekonomi dengan bunga rendah bagi masyarakat miskin, itulah yang dicetus oleh koperasi BES.
Hanya dengan modal urunan awal seribu rupiah di awal berdiri, kini koperasi ini telah menghimpun dana sedikitnya Rp 250 juta. Dan jumlah anggota aktif mencapai 150 orang.
“Sebagai lembaga yang fokus mendampingi KPMD dan Koperasi BES sejak awal, hal inilah yang ingin kami pastikan, sehingga mereka memiliki kemampuan mengelola setiap sumber daya yang ada,” ungkap Anwar.
Salman, Koordinator Bidang Program Desa dari Kementerian Desa merasa terinspirasi dengan kemampuan masyarakat Bulu Cina menghadapi persoalan-persoalan kemiskinan melalui Koperasi BES.
Menurutnya, BES benar-benar koperasi yang memperjuangkan nasib masyarakat desa. Ia berharap, pemerintah desa Bulu Cina sebaiknya merangkul masyarakat-masyarakat yang berdaya seperti koperasi BES.

“Ke depan, ketika disoundingkan dengan pemerintah desa, harapannya, ada dukungan dari pemerintah, agar koperasi ini semakin berkembang dan manfaatnya semakin bisa dirasakan masyarakat luas,” harapnya.
Sementara itu, Inong, perwakilan Dinas Pertanian Deli Serdang memuji sepak terjang KPMD dan Koperasi BESnya. Inong tertarik dengan model perkoperasian BES yang sangat menjawab persoalan masyarakat.








Komentar