Sekilas Info

Soal Kasus Kebocoran Data, KNPI Desak Tiga Institusi Negara Bertanggungjawab

Ilustrasi Peretas Data

dailyklik, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menyebut aksi peretasan sejumlah situs pemerintah yang dilakukan Bjorka merupakan upaya balas dendam.

Hal tersebut disampaikan Fungsionaris DPP KNPI Bidang Kominfo Annas FA.

“Peretas yang mengatasnamakan dirinya Bjorka, bisa dibilang balas dendam bukan motif mencari uang atau keuntungan. Karena oknum ini mengklaim mengantongi data-data pribadi, dan informasi disampaikan secara terbuka,” jelas Annas.

Motivasi pelaku peretas, lanjut Annas, bisa dianalisis dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan dengan teori Schwartz dan pendekatan Discourse Analisis.

Baca juga:
IWO Analisis Data Kemenkumham yang Bocor, Diduga Ada Data Rahasia

“Kita bisa lihat dari berbagai teori hasil penelitian, seperti Teori Schwartz dan dikutip dalam berbagai penelitian di dunia menyebut Peretas tampaknya lebih termotivasi oleh apa yang tidak mereka sukai daripada apa yang mereka hargai, selain itu, bahwa motivasi peretas dewasa (professional) lebih banyak didorong oleh uang daripada motivasi peretas muda," terang Annas yang juga menjabat Wakil Bendahara Umum (Wabendum) DPP KNPI Bidang Kominfo.

"Sementara itu, para peretas muda juga dimotivasi oleh hiburan, hacktivism, dan balas dendam,” jelas Annas menambahkan.

Lanjut Annas mensinyalir, aksi pelaku peretasan ini adalah bagian dari kejahatan dunia maya, sehingga tidak mungkin orang yang memiliki modus untuk mencari uang akan menyebarkan aksinya secara terbuka.

"Atau bisa disebut 'masak ada maling teriak maling', lanjutnya.

Tiga Institusi Negara Diminta Bertanggungjawab

Selanjutnya 1 2
Penulis: Devis Karmoy
Editor: Redaksi

Baca Juga