Sengketa Tanah di Karo Belum Tuntas, Presiden: Gebuk Mafia Tanah!
dailyklik, Karo - Persoalan sengketa tanah di Kabupaten Karo tampaknya tak kunjung usai, pasalnya masih banyak perebutan tanah baik antara korporasi, maupun antara pemerintah daerah dengan masyarakat di Kabupaten Karo.
Mulai dari sengketa tanah puncak 2000 Siosar yang berujung dengan konflik berdarah, Lahan Usaha Tani di Desa Pertibi Lama, dan konflik lahan masyarakat Gongsol, Kecamatan Merdeka dengan pihak PTPN II yang berakhir ricuh.
Tentu dalam hal ini perlu adanya penanganan extra dari pemerintah pusat agar permasalahan serupa tidak terulang kembali dengan mengorbankan masyarakat.
Bahkan beberapa diantaranya, konflik terjadi setelah adanya kebijakan dari kementerian yang dianggap tidak adil sehingga merugikan masyarakat lainnya.
Baca juga: Publik Berharap Hadi Mampu Berantas Mafia Tanah
Baca juga: Menteri ATR Instruksikan Kantor Pertanahan Buka Sabtu-Minggu
Banyak yang beranggapan, keputusan pemerintah dalam persoalan konflik lahan lebih mementingkan ego politik demi mempertahankan pangkat dan jabatan.
Padahal pemerintah telah menegaskan, melalui pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara penyerahan sertifikat tanah di Sidoarjo, Jawa timur, Jokowi memerintahkan Menteri Agraria dan Tata ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto yang dulunya Panglima TNI, bahwa keberadaan mafia tanah harus diberantas dengan tegas.
"Jangan sampai ada lagi mafia tanah di bumi Indonesia ini, kalau masih ada yang main-main silahkan saat itu juga Gebuk," tegas Presiden dalam pidatonya.
Nonton juga Video: Asa Dibalik Erupsi Gunung Sinabung
Komentar