Sekilas Info

Buku Nasionalisme Di Perusahaan BUMN Perkebunan Dipuji Aktivis 98

Aktivis 98 Sahat Simatupang tengah memegang Buku Karya Christian Orchard Perangin - angin, yang berjudul Nasionalisme Di Perusahaan Nasionalisasi Menuju Profesionalisme BUMN Perkebunan
Aktivis 98 Sahat Simatupang tengah memegang Buku Karya Christian Orchard Perangin - angin, yang berjudul Nasionalisme Di Perusahaan Nasionalisasi Menuju Profesionalisme BUMN Perkebunan

Hebatnya lagi, kata Sahat, didalam buku Christian, terselip pencerahan mendahului keriuhan politik akibat kesalahpahaman sebagian warga negara terhadap ide Bung Karno tentang Trisila dan Ekasila yang sempat hangat saat pembahasan Rancangan Undang - Undang Haluan Idelogi Pancasila 2020 lalu.

"Buku saudara Christian Orchard Perangin - angin diterbitkan 2017, didalam bukunya dia menjelaskan secara rinci asal usul pernyataan Bung Karno soal Pancasila 1 Juni 1945 yakni Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia); Internasionalisme (Peri kemanusiaan); mufakat (Demokrasi); kesejahteraan sosial dan Ketuhanan Yang Maha Esa (Berkebudayaan) dan ide bung karno tentang alternatif Trisla yakni socio - nationalisme; socio democratie dan ke - Tuhanan," urainya.

"Sedangkan Ekasila menabahkan gotong royong kedalamnya. Jadi tidak ada lagi perdebatan tentang Pancasila. Bahwa pada 1 Juni 1945 nama yang dipilih sebagai dasar negara kita adalah Pancasila (nama Trisila dan Ekasila yang tidak terpilih)," tukas Sahat.

Sahat yang juga jurnalis Tempo itu menambahkan, pelibatan TNI - Polri didalam menjaga BUMN tak lepas dari perhatian penulis. Pada halaman 63, Christian Orchard, sambung Sahat, mengingatkan TNI sebagai tentara rakyat  yaitu tentara yang anggotanya berasal dari warga negara dan tentara profesional.

"Yakni tentara yang terlatih, terdidik, tidak berpolitik praktis, menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, menghormati HAM, ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi," tutur Sahat.

Inti buku Christian Orchard, ujar Sahat, ada pada halaman 155 hingga 236 mengulas kehadiran BUMN perkebunan untuk kesejahteraan rakyat dan privatisasi bukan asingisasi. BUMN, seperti ditulis Christian, pada dasarnya memainkan dua peran pokok yakni sebagai perusahan negara yang mencari keuntungan untuk menambah devisa negara (agent of business).

"Dan sebagai sarana bagi pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam upaya upaya tugas negara mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

"Christian Orchard mengingatkan pada kita semua bahwa Indonesia termasuk yang agak terlambat memasuki era privatisasi dan divestasi BUMN yang mulai terlihat sejak keluarya Instruksi Presiden kepada 50 BUMN bersiap - siap melakukan go public pada 1989 lalu. Buku karya Christian Orchard bisa menjadi referensi kepada calon pejabat perusahaan milik negara khususnya BUMN perkebunan." tutur jurnalis senior Tempo ini.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Devis Karmoy
Editor: Redaksi

Baca Juga