Terlambat 1 Menit, Masinis Kereta Peluru Disidang, Terungkap Fakta Tersembunyi
Operasional kereta peluru di Jepang dikontrol secara ketat oleh sistem komando pusat yang terkomputerisasi, namun menurut juru bicara otoritas perkeretaapian setempat menyatakan masinis dibutuhkan tetap ada di tempat untuk menangani situasi-situasi yang tidak terduga.
Masinis juga dibutuhkan untuk secara manual menarik rem atau mempercepat laju kereta demi menjamin keselamatan dan menjaga kereta tetap sesuai jadwal.
Absennya masinis dalam insiden ini berdampak pada keterlambatan satu menit dari jadwal, yang akhirnya membongkar perilaku sang masinis dikutip dari Detik.com.
Para masinis yang mengalami situasi darurat saat mengemudikan kereta harus berkoordinasi dengan pusat komando untuk menyerahkan kendali pada seorang kondektur yang memenuhi syarat, atau berhenti di rel atau stasiun terdekat.
Dalam konferensi pers pada Kamis (20/5) waktu setempat, pejabat eksekutif pada otoritas perkeretaapian setempat meminta maaf atas insiden ini dan menyatakan sang masinis akan ditangani 'dengan tepat'.








Komentar