Demo Tolak Kenaikan BBM Ricuh, Mahasiswa Diseret dan Ditendang Petugas Keamanan
Rencana untuk mengagalkan aksi mereka, Irwandi menyebut, telah ada setelah mahasiswa melakukan pemberitahuan rencana aksi pada Rabu (5/5/2021) di Polrestabes Medan.
Irwandi menjelaskan bahwa pada Kamis (6/5/2021), ada lima orang yang ia duga petugas intel dari Polsek Padang Tualang, Langkat, didampingi Kaur Desa menemui orang tuanya di kampung untuk mendesak dirinya tidak melakukan aksi unjukrasa.
"Orang tua saya diintimidasi dan diminta untuk melarang saya melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Sumut. Orang tua saya juga diminta membuat sebuah pernyataan akan melarang saya melakukan demo, dan pernyataan orang tua saya itu direkam oleh petugas dari Polsek dan rekamannya dikirimkan juga ke saya," ungkap mahasiswa Fakultas Tarbiyah UINSU.
Meski begitu, intimidasi yang dilakukan terhadap orang tuanya tidak menyurutkan niatnya untuk menggelar aksi demo.
Hal itu terbukti, sebab aksi yang dilakukan beberapa menit, kemudian dibubarkan paksa oleh petugas Satpol PP dan Kepolisian termasuk mengamankan sejumlah mahasiswa lalu dibawa ke kantor Polrestabes Medan.
Beriku nama asal fakultas mahasiswa yang diamankan petugas.








Komentar