Sekilas Info

Demo Tolak Kenaikan BBM Ricuh, Mahasiswa Diseret dan Ditendang Petugas Keamanan

Seorang mahasiswa yang ditangkap paksa petugas Satpol PP saat menggelar aksi penolakan kenaikan BBM di depan Rumah Dinas Guberenur Sumut, di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Jumat (7/5/2021) sore.

Dalam video singkat yang direkam
koordinator aksi, Irwandi Pratama Sembiring, saat perjalanan ke Polrestabes Medan mengatakan bahwa aksi mereka di gubernuran itu untuk menentang kebijakan Gubernur Sumut karena menaikan harga BBM dengan mengeluarkan Pergub Nomor: 1 Tahun 2021 tentang Perubahan PBBKB dari 5 persen menjadi 7,5 persen.

Irwandi menyebut tindakan aparat kepolisian dan Satpol PP yang membubarkan paksa aksi serta melakukan penangkapan pada mahasiswa, merupakan tindakan yang mencederai demokrasi di tanah air.

Apalagi, kata Irwandi, sebelum menggelar aksi, pihaknya telah memberitahu ke Polrestabes Medan, serta aksi mereka juga lakukan dengan memenuhi standar prokes yakni memakai masker, menjaga jarak dan dilakukan dengan jumlah massa terbatas yakni hanya 10 orang.

Menurut dia, pembubaran unjukrasa secara paksa dan penangkapan pada mahasiswa membuktikan bahwa Gubernur Edy Rahmayadi tidak bermartabat.

Sebagai pejabat publik, lanjut Irwandi, Edy alergi terhadap kritikan walaupun kebijakan yang dikeluarkan bertentangan dan merugikan ralyat Sumut.

"Sungguh tidak bermartabat, untuk membentengi dirinya dari kritik Gubernur menggunakan aparat keamanan untuk memukul, membubarkan dan menangkap mahasiswa karena menolak kenaikan harga BBM di Sumut dengan alasan di rumah dinas tidak boleh ada demo," ujarnya.

Selanjutnya 1 2 3 4 5
Penulis: Ali Imran
Editor: Redaksi
Photographer: Istimewa

Baca Juga