Gedung DPRD Sumut Jangan Jadi Gudang Ember
"Ketika hujan, air masuk lewat atap yang bocor, sehingga membuat kondisi sebagian ruangan atau bangunan semakin rusak dan berlumut. Jadi tidak hanya gedung dewan, tapi Gedung Paripurna juga sudah bocor-bocor. Padahal, kita paham bahwa selama ini ada dianggarkan biaya perawatan untuk gedung tersebut. Maka sangat pantaslah untuk diragukan fungsi pengawasan oleh dewan yang bertugas disitu," tuding mantan staf ahli di Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut 2000 - 2003 ini.
Kandidat Doktor Lingkungan Hidup ini mengingatkan keseriusan DPRD Sumut dalam melaksanakan tupoksinya, terutama pengawasan anggaran di Sekretariat DPRD Sumut. "Kalau instansi yang di depan mata saja tak mampu diawasi, bagaimana lagi dengan yang di belakang mata ?," ujarnya.
Dihimbaunya kepada para legislator yang ada di "Imam Bonjol Medan" itu untuk memanggil Sekwan DPRD Sumut mempertanyakan ketidakpeduliannya terhadap kondisi gedung itu sebab menurutnya, pembiaran terhadap hal itu, sama artinya mempermalukan wajah Sumut bersama masyarakatnya.
"Semalam juga masih saya lihat ember-ember berjejer di lobby maupun di lantai dua gedung yang sebenarnya megah itu bila terawat. Jangan nanti Gedung DPRD Sumut itu menjadi gudang ember-ember," ucapnya mengingatkan.
Ditambahkannya, bila anggaran perawatan gedung itu tidak ada di pos anggaran Sekretariat DPRD Sumut, sama artinya, Sekwan tidak memperhatikan kenyamanan kerja dewan.








Komentar