Sekilas Info

Terkait Kenaikan BBM Non Subsidi, ZRS Sebut Gubernur Sumut Tidak Cerdas

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga (ZRS)/Sipa Munthe
Wakil Ketua Komisi C DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga (ZRS)/Sipa Munthe

Dikatakannya, soal kuota subsidi itu adalah urusan pemerintah pusat yang diberikan berdasarkan anggaran yang disediakan untuk subsidi BBM. Kalau tidak mencukupi anggarannya, maka dikurangilah jumlah kuota subsidinya. Menjadi persoalannya, ini politik pemerintah yaitu mensubstitusi, yakni mengganti subsidi menjadi non subsidi.

"Itu pelan-pelan memang. Itu politisnya. Maka dikurangilah subsidi menjadi non subsidi. Pertamina sebagai operator, menyesuaikan dengan jumlah yang disubsidi. Maka perlu dilakukan pengawasan," ucapnya.

Diingatkannya agar Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting, jangan ngeles dan takut menyalahkan Gubsu.

Dia mencotohkan perbedaan cara penetapan harga BBM di Pekan Baru dengan Sumut. "Di Pekan Baru, saya baru berkunjung kesana, itu harganya berbeda. Tapi Pekan Baru itu punya metode lain. Itu BBM jenis Dexlite, Pertamax, itu dinaikannya maksimal 10 persen. Tapi kalau Pertalitenya, itu cuma lima persen. Karena itu yang mendekati dengan harga subsidi. Itu baru pemerintah daerah yang cerdas. Itu baru pemerintah yang memikirkan orang-orang susah," pujinya.

Dikaitkan dengan kebijakan Gubsu dengan Pergubnya tersebut, Zeira mengatakan bahwa Gubsu tidak cerdas. "Dia menaikan Pertalite menjadi 7,5 persen, dia tidak tahu karena BBM yang subsidi ini langka didapat. Dicarilah non subsidi yang harganya mendekati subsidi. Itulah Pertalite. Justeru seharusnyalah pemerintah memikirkan Pertalite ini sebab banyak digunakan oleh masyarakat menengah ke bawah," terangnya.

Dia mengaku sudah mengingatkan hal itu kepada Asisten I Pemprovsu, Fitriyus. "Saya menyampaikan kemarin kepada Fitriyus. Kalian tidak punya strategi bagus. Kalau kalian buat kemarin harga Dexlite, Pertamax, Pertamax Plus naik 10 persen, tidak ribut masyarakat. Tapi Pertalitenya kalian buat lima persen minimal karena sudah umum digunakan rakyat. Artinya, kita benar-benar memikirkan rakyat. Orang yang makai Dexlite, Pertamax, itu orang kaya. Itu baru betul. Persoalannya sekarang yang memakai Pertalite itu orang banyak, masyarakat menengah ke bawah. Kenapa subsidi tidak ada?," ucapnya.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Sipa Munthe
Editor: Redaksi DailyKlik
Photographer: Sipa Munthe

Baca Juga