Berumur 99 Tahun, Eddy Yoshawirja Penerima Vaksin Tertua di Indonesia
Setelah didaftarkan, Benny mengungkapkan diri ya dan sang ayah mendapatkan jadwal dan nomor antrean vaksinasi.
"Jadi akhirnya dapat nomor urut, disuntiknya di Borromeus. Saya dan ayah saya yang dapat panggilan," katanya.
Benny menuturkan, pada hari penyuntikan vaksin, sang ayah sempat mengisi formulir vaksinasi. Salah satu kendala, Eddy didapati memiliki riwayat penyakit ginjal.
"Ada skrining formulir waktu itu dan bapak enggak lolos karena ada historis sakit ginjal. Jadi enggak boleh divaksin. Kemudian saya tanya ke dokter dari dokter umumnya, internis, yang mengurusi vaksin juga dikonsultasikan. Dari lima, yaitu dr. David Susilo, dr. Dian Y. , dr. Monic, dr. Gideon dan dr. Luciana Anggraeni M.Kes menyatakan boleh divaksin," ujar Benny.
Usai menjalani vaksinasi, Benny mengatakan tidak ada keluhan yang dirasakan langsung oleh ayahnya.
"Tidak ada keluhan sama sekali," ucapnya.
Benny bersyukur dan lega karena sang ayah sudah divaksin.
"Di usia beliau jelang 100 tahun tentu bersyukur, puji Tuhan sudah divaksin. Saya sendiri sangat lega dengan vaksinasi, saya lebih merasa lebih aman," katanya.








Komentar