Sekilas Info

OJK Tunjuk BEI Jadi Penyelenggara Pasar Alternatif

Tetapi juga menampung seluruh jenis instrumen EBUS, baik berupa surat berharga negara (SBN), maupun obligasi dan sukuk korporasi.

Selain itu, sistem baru juga bisa menjamin kerahasiaan identitas para dealer yang ingin mendapatkan kuotasi.

“Sejak tahun lalu kami secara intensif mendengarkan berbagai pihak. Lalu kami merancang sistem, serta mendesain aspek bisnis dan kebutuhan pelaku," ujar Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi.

Pihaknya tidak bekerja sendirian tapi bersama-sama dengan OJK, Kementerian Keuangan, khususnya DJPPR (Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko) dan juga Bank Indonesia.

Dengan dukungan berbagai pihak tersebut, SPPA didesain secara optimal untuk bisa mengakomodasi kebutuhan seluruh pelaku Pasar EBUS di Indonesia.

Diharapkan sistem dapat diandalkan untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi Pasar EBUS Indonesia.

Kata Hasan, sebelum merancang sistem tersebut, BEI telah menghimpun masukan dan berdiskusi dengan berbagai pihak, terutama berdikusi dengan para dealer yang tergabung dalam Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (HIMDASUN).

BEI juga menggelar focus group discussion dengan pelaku pasar untuk memastikan kebutuhan bisnis dari pelaku bisa diakomidasi melalui spesifikasi SPPA yang dirancang.

Selanjutnya 1 2 3 4

Baca Juga